Minggu, 11 Maret 2012

10 pantai terindah di jogja

10 pantai terindah di jogja versi pembaca

10.Pantai Ngobaran



Ngobaran merupakan pantai yang cukup eksotik. Kalau air surut, anda bisa melihat hamparan alga (rumput laut) baik yang berwarna hijau maupun coklat. Jika dilihat dari atas, hamparan alga yang tumbuh di sela-sela karang tampak seperti sawah di wilayah padat penduduk. Puluhan jenis binatang laut juga terdapat di sela-sela karang, mulai dari landak laut, bintang laut, hingga golongan kerang-kerangan.
Tapi yang tak terdapat di pantai lain adalah pesona budayanya, mulai dari bangunan hingga makanan penduduk setempat. Satu diantaranya yang menarik adalah adanya tempat ibadah untuk empat agama atau kepercayaan berdiri berdekatan. Apakah itu bentuk multikulturalisme? Siapa tahu.
Bangunan yang paling jelas terlihat adalah tempat ibadah semacam pura dengan patung-patung dewa berwarna putih. Tempat peribadatan itu didirikan tahun 2003 untuk memperingati kehadiran Brawijaya V, salah satu keturunan raja Majapahit, di Ngobaran. Orang yang beribadah di tempat ini adalah penganut kepercayaan Kejawan (bukan Kejawen lho). Nama "Kejawan" menurut cerita berasal dari nama salah satu putra Brawijaya V, yaitu Bondhan Kejawan. Pembangun tempat peribadatan ini mengaku sebagai keturunan Brawijaya V dan menunjuk salah satu warga untuk menjaga tempat ini.
Berjalan ke arah kiri dari tempat peribadatan tersebut, Anda akan menemui sebuah Joglo yang digunakan untuk tempat peribadatan pengikut Kejawen. Menurut penduduk setempat, kepercayaan Kejawen berbeda dengan Kejawan. Namun mereka sendiri tak begitu mampu menjelaskan perbedaannya.


Bila terus menyusuri jalan setapak yang ada di depan Joglo, anda akan menemukan sebuah kotak batu yang ditumbuhi tanaman kering. Tanaman tersebut dipagari dengan kayu berwarna abu-abu. Titik dimana ranting kering ini tumbuh konon merupakan tempat Brawijaya V berpura-pura membakar diri. Langkah itu ditempuhnya karena Brawijaya V tidak mau berperang melawan anaknya sendiri, Raden Patah (Raja I Demak).
Kebenaran cerita tentang Brawijaya V ini kini banyak diragukan oleh banyak sejarahwan. Sebabnya, jika memang Raden Patah menyerang Brawijaya V maka akan memberi kesan seolah-olah Islam disebarkan dengan cara kekerasan. Banyak sejarahwan beranggapan bahwa bukti sejarah yang ada tak cukup kuat untuk menyatakan bahwa Raden Patah melakukan penyerangan. Selengkapnya bagaimana, mungkin Anda bisa mencari sendiri.
Beberapa meter dari kotak tempat ranting kering tumbuh terdapat pura untuk tempat peribadatan umat Hindu. Tak jelas kapan berdirinya pura tersebut.
Di bagian depan tempat ranting tumbuh terdapat sebuah masjid berukuran kurang lebih 3x4 meter. Bangunan masjid cukup sederhana karena lantainya pun berupa pasir. Seolah menyatu dengan pantainya. Uniknya, jika kebanyakan masjid di Indonesia menghadap ke Barat, masjid ini menghadap ke selatan. Bagian depan tempat imam memimpin sholat terbuka sehingga langsung dapat melihat lautan. Bahkan, penduduk setempat sendiri heran karena yang membangun pun salah satu Kyai terkenal pengikut Nahdatul Ulama yang tinggal di Panggang, Gunung Kidul. Sebagai petunjuk bagi yang akan sholat, penduduk setempat memberi tanda di tembok dengan pensil merah tentang arah kiblat yang sebenarnya.
Setelah puas terheran-heran dengan situs peribadatannya, Anda bisa berjalan turun ke pantai. Kalau datang pagi, maka pengunjung akan menjumpai masyarakat pantai tengah memanen rumput laut untuk dijual kepada tengkulak. Mereka biasanya menjual rumput laut dengan harga Rp 1.000 hingga Rp 1.500 per kilo. Hasilnya lumayan untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka.
Namun, kalau datang sore, biasanya Anda akan menjumpai warga tengah mencari landak laut untuk dijadikan makanan malam harinya. Untuk bisa dimakan, landak laut dikepras dulu durinya hingga rata dan kemudian dipecah menggunakan sabit. Daging yang ada di bagian dalam landak laut kemudioan dicongkel. Biasanya warga mencari landak hanya berbekal ember, saringan kelapa, sabit, dan topi kepala untuk menghindari panas.

Landak laut yang didapat biasanya diberi bumbu berupa garam dan cabe kemudian digoreng. Menurut penduduk, daging landak laut cukup kenyal dan lezat. Sayangnya, tak banyak penduduk yang menjual makanan yang eksotik itu. Tapi kalau mau memesan, coba saja meminta pada salah satu penduduk untuk memasakkan. Siapa tahu, anda juga bisa berbagi ide tentang bagaimana memasak landak laut sehingga warga pantai Ngobaran bisa memakai pengetahuan itu untuk berbisnis meningkatkan taraf kehidupannya

9.Pantai baron
Pantai Baron terletak di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, sekitar 23 kilometer arah selatan kota Wonosari, sedangkan dari kota Yogyakarta berjarak sekitar 65 kilometer. Pantai Baron merupakan teluk yang diapit oleh dinding bukit yang hijau, dipenuhi oleh pohon kelapa. Teluk ini juga merupakan muara dari aliran sungai di bawah batu karang, yang airnya cukup jernih.
Seperti halnya beberapa pantai lain di Selatan Pulau Jawa, di Pantai Baron pun kita tidak bisa dengan leluasa untuk berenang seenaknya karena ombak yang cukup besar.
Walaupun para pengunjung tidak bisa berenang seenaknya namun tempat ini tetap menjadi obyek wisata pantai favorit di daerah Yogyakarta dan sekitarnya dan dengan keindahan pantainya itu pulalah pantai Baron selalu ramai dikunjungi, terlebih ketika liburan sekolah atau akhir pekan.
Tak ada rotan, akar pun jadi. Begitu juga jika kita berkunjung ke Pantai Baron. Tidak bisa berenang tapi bukan berarti tidak ada yang menarik dari pantai ini. Kita masih bisa menikmati semilir angin pantai sambil menikmati berbagai makanan khas daerah setempat, melihat kejernihan air laut dan keasrian pemandangan di sekeliling pantainya atau dapat menghirup wangi pasirnya.
Namun kecantikan Pantai Baron sepertinya belum menggugah pihak pemerintah daerah setempat untuk mengelolanya dengan baik. Begitu kita masuk, kesan yang muncul di benak kita adalah kumuh karena pihak pemerintah daerah setempat tidak mengatur para penjual souvenir dan makanan dengan rapih sehingga terlihat sekali tidak beraturan.
Semoga pemerintah daerah setempat kedepannya mampu untuk mengatur dan mengelola Pantai Baron menjadi lebih baik lagi sehingga dapat menjadi obyek wisata yang lebih indah dan nyaman bagi para pengunjungnya serta dapat mendatangkan pemasukan bagi kas daerah serta warga setempat.
Pantai Baron 1
Pantai Baron 2    


8.Pantai kuwaru


pantai kuwaru


Pantai Kuwaru, terletak di barat daya kota Yogyakarta, sebelah timur Pantai Pandansimo. Suasana yang sejuk, rindang karena cemara yang tumbuh subur, menyuguhkan pesona tersendiri. Hanya karena mungkin tempat ini termasuk “baru” , penataannya masih terus menerus dilakukan. Di pantai ini, seperti pantai-pantai yang lain, juga ada Tempat Pelelangan Ikannya ( TPI ) yang digunakan apabila ada perahu yang melaut dan melelang hasil tangkapannya. Tetapi tidak setiap hari perahu-perahu disini bisa melaut, karena sangat tergantung oleh cuaca,musim dan kondisi ketenangan air laut. Tetapi bagi pengunjung tidak perlu khawatir karena stok ikan ada terus, yang didatangkan dari luar.
Saya menulis blog ini didorong rasa bangga saya akan potensi yang ada di pantai dusun saya. Beberapa tahun yang lalu, pantai ini tidak lebih dari pantai biasa yang hanya dikunjungi orang-orang mempunyai hobi mancing di laut. Apalagi setelah gempa 27 Mei 2006, kawasan pantai seakan kehilangan ‘peminat’. Lambat laun, seiring hilangnya rasa khawatir akan adanya tsunami, juga seiring tumbuhnya pepohonan yang ditanam di sepanjang pantai menumbuhkan pesona tersendiri di pantai ini. Disini pengunjung juga bisa menikmati ikan laut goreng atau bakar. Juga ada lapak-lapak ( pedangang kakilima ) warga asli Kuwaru yang menjajakan dagangannya. Dengan iklim yang sangat religious, disini ada banyak jajanan yang ditawarkan. Satu hal lagi keunggulan di pantai ini yaitu kondisi yang ‘steril’ akan prostitusi. Tetapi seperti yang sudah saya sampaikan, masih banyak yang perlu ditata disini.


Saya ingat, ketika saya masih SD. Saya dari kecil diasuh nenek saya di Kulon Progo. Setiap Sabtu sore saya pulang ke Kuwaru. Ketika pulang ke Kuwaru, saya selalu merengek ke bapak saya untuk mengantar saya ke pantai. Waktu itu, akses ke pantai belum sebagus sekarang. Jalan menuju ke pantai belum ada aspal. Masih pasir, kiri kanan banyak sekali tumbuh pohon pandan yang sangat rimbun.dan kalau kita membawa sepeda atau motor harus ditinggal jauh di utara pantai karena belum ada jembatan yang menghubungkuan dusun Kuwaru dengan kawasan pantai Kuwaru. Dusun saya dengan pantai di pisahkan oleh sebuah kali ( sungai ).Bapak saya selalu menggendong saya menyeberang kali itu untuk bisa sampai ke pantai. Tetapi waktu itu sudah ada warga Kuwaaru yang sudah sejak lama tinggal persis di utara pantai. Dan rumahnya hanya beberapa ratus meter dari bibir pantai. Namanya Mbah Kromo.
Sekarang dengan terus ditingkatkannya pembangunan struktur dan infrastruktur oleh pemerintah, jembatan sudah ada walaupun hanya kecil tetapi mampu dilalui bis, jalan sudah aspal, dan akses ke pantai lancar. Saya menjadi semakin bangga akan pantai yang penuh pesona ini.

Saya mempunyai lapak disana. Konsepnya tenda. Saya pasang tenda yang berwarna orange. Agar lain dengan lapak-lapak yang ada disana. Di lapak ini saya menjual sup buah segar dan lotis yang segar juga, yang bisa dinikmati sambil memandangi keindahan laut lepas. Dibawah pohon cemara yang sangat rimbun, dan rindang, anda juga bisa memesan pecel lele atau ikan laut di tenda saya. Saya berjualan setiap siang ,hari Minggu, atau hari libur nasional. Atau bukan bulan puasa. Tetapi tidak usah khawatir. Disana ada juga warung makan yang permanen, yang siap melayani setiap hari.


Pantai Kuwaru dengan pedagang kakilimanya akan menambah semarak suasana layaknya sebuah tempat wisata. Kenapa saya sebut seperti itu karena object wisata ini benar-benar baru. Dan masih sangat perlu berbenah diri. Penataan swadaya yang dilakukan oleh kelompok Nelayan bersama paguyuban pedagang kakilima disana terus dilakukan demi trciptanya iklim berkunjung yang menyenangkan dan nyaman. Penataan sana – sini terus menerus dilakukan tanpa henti. Untuk menyambut kedatangan pengunjung yang terus menerus meningkat.

Pedagang kakilima yang berjualan di pantai ini semua warga Kuwaru asli. Bukannya pengelola tidak ingin investor dari luar masuk, hanya sja berdasarkan kesepakatan dan keputusan dari rapat pengurus paguyuban pedagang kakilima, pengurus memanng belum memandang perlu memperbolehkan pedagang dari luar untuk masuk.
Pedagang kakilima yang sudah terbentuk paguyubannya ini juga mempunyai AD/ART sebagai pijakan berjalannya sebuah paguyuban. Nama dari paguyuban pedagang kakilima ( lapak ) pantai Kuwar u adalah“ CEMARA ASRI “. Semua itu dibentuk demi lancar dan tertibnya pedagang-pedagang dalam menjajakan dagangannya.tetapi dipantai ini kita tidak bisa berharap untuk menjumapi hotel,losmen, atau mungkin warung remang-remang seperti obyek wisata di tempat-tempat lain. Karena untuk menjaga iklim tetap “steril” dari praktek prostitusi dan perbuatan maksiat lainnya dan sebisa mungkin tetap bernuansa religious, pengelola bahkan alim ulama Dusun Kuwaru melarang keras adanya bangunan yang bersifat penginapan.
pantai ini bisa menjadi alternatif yang sangat bagus diantara pantai-pantai di selatan kabupaten Bantul.
 
7.Pantai Parangtritis
 
Pantai Parangtritis, adalah sebuah pantai di pesisir Samudra Hindia yang terletak kira-kira 27 kilometer sebelah selatan kota Yogyakarta.Parangtritis merupakan objek wisata pantai yang cukup terkenal di Yogyakarta selain objek pantai lainnya seperti Samas, Depok, Baron, Kukup, Krakal, dll. Sebenarnya di wilayah pesisir selatan Jogja terdapat sekitar 13 obyek wisata pantai yang semuanya memiliki pesona wisata. Namun entah mengapa Parangtritis yang menempati urutan pertama dalam angka kunjungan wisata, dibanding pantai-pantai lainnya. Mungkin dikarenakan Parangtritis mempunyai keunikan pemandangan yang tidak terdapat pada objek wisata lainnya yaitu selain ombak yang besar juga adanya gunung – gunung pasir yang tinngi di sekitar pantai, dimana gunung pasir tersebut biasa disebut gumuk.

Memandang Sunset di Parangtritis
Kepercayaan masyarakat setempat tentang legenda Nyi Roro Kidul juga dengan sendirinya melahirkan pesona tersendiri sehingga mampu menyedot jumlah wisatawan lebih besar dibanding pantai-pantai lainnya. Ada kepercayaan unik di Parangtritis. Boleh percaya boleh tidak bahwa memakai pakaian berwarna hijau di Parangtritis bisa membawa petaka. Menurut kepercayaan masyarakat setempat warna hijau adalah warna kesukaan Nyi Roro Kidul, sehingga dikhawatirkan yang memakai baju / kaos hijau akan diseret ombak ke laut karena dikehendaki oleh sang penguasa laut selatan. Adapun kebenarannya, wallahu alam bishawab.
Panorama Pantai Parangtritis dari atas bukit
Pantai yang termasuk wilayah Bantul ini merupakan pantai yang landai, dengan bukit berbatu, pesisir dan berpasir putih serta pemandangan bukit kapur di sebelah utara pantai. Di kawasan ini wisatawan dapat berkeliling pantai menggunakan bendi dan kuda yang disewakan dan dikemudikan oleh penduduk setempat. Selain terkenal sebagai tempat rekreasi, parangtritis juga merupakan tempat keramat. Banyak pengunjung yang datang untuk bermeditasi. Pantai ini merupakan salah satu tempat untuk melakukan upacara Labuhan dari Kraton Yogyakarta.
Pantai Parangtritis dan Sawah di sekitarnya
Nama Parangtritis mempunyai sejarah tersendiri. Syahdan, jaman dahulu kala seseorang pangeran bernama Dipokusumo yang melarikan diri dari Kerajaan Majapahit datang ke daerah tersebut untuk melakukan semedi. Ketika melihat tetesan-tetesan air yang mengalir dari celah batu karang, ia pun menamai daerah ini menjadi parangtritis, dari kata parang yg artinya batu dan tumaritis yang bisa diartikan sebagai tetesan air.
Ramainya Pengunjung Pantai Parangtritis
Banyak sisi menarik apabila kita berwisata ke Parangtritis. Pemandangan alamnya yang indah tentu saja yang menjadi sajian utama. Untuk menikmatinya, kita bisa sekedar berjalan kaki menyusuri pantai. Atau jika nggak mau capai kita juga bisa menyewa jasa bendi yang akan mengantar kita melewati rute serupa. Selain bendi ada pula tawaran menunggang kuda untuk menjelajahi pantai.

6.Pantai Sadeng
-Pantai Sadeng terletak di Desa Songbanyu dan Desa Pucung Kecamatan Girisubo berjarak sekitar 46 KM dari Wonosari, terdapat Telaga Suling yaitu lembah yang diyakini dahulu sebagai muara sungai Bengawan Solo Purba. Pantai ini juga dikenal sebagai Pangkalan Pendaratan Ikan yang bertaraf nasional dan merupakan penunjang pengembangan perikanan laut di Provinsi Yogyakarta. Wisataan dapat menikmati sajian masakan ikan laut atau membawa ikan laut segar sebagai oleh - oleh dengan harga yang terjangkau
 
5.Pantai krakal
Pantai Krakal terletak di Desa Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari-Wonosari, sekitar 3 km di sebelah timur dari deretan Pantai Baron-Kukup-Sepanjang-Drini dan merupakan pantai terpanjang dibanding pantai lainnya dengan bentangan pasir putih yang landai. Indahnya hamparan hijau perbukitan kapur dengan air laut yang berwarna biru menyajikan suatu harmoni yang sunguh asri, sangat ideal untuk menikmati hangatnya sinar matahari… Perjalanan menuju Pantai krakal dari kota jogjakartapun sangat menyenangkan…dimulai dengan melewati perbukitan petruk (benar engga yah namanya),,,,kami sempet berhenti di area perbukitan ini dan foto-foto dengan latar belakang kota jogja dari atas (bener enggak yah,,dibawah itu kota jogja)….tapi pemandangannya top markotop deh…setelah itu jalan terus menuju wonosari dengan kondisi jalan yang agak kecil, tetapi mulus.


Mememasuki kawasan pantai ini, kita diharuskan membayar restribusi (untuk masuk beberapa wisata pantai sekaligus” Pantai Baron, Kukup, Sepanjang, Drini, Krakal dan Sundak”) yang kalau tidak salah biayanya masih cukup terjangkau lah……Kalau anda lapar dan ingin menikmati seafood yang murmer,,,mampir dulu ke pantai baron,,,di sana banyak nelayan yang jualan hasil laut tangkapannya, setelah transaksi tawar menawar selesai,…langsung bawa hasil laut itu ke warung-warung yang berjejer di sana, untuk mengolahnya menjadi sea food yang siap santap….harganya masih relatif murah…sehingga makannya pun uenak,,,nyam-nyam…,,fresh sea food.
Menuju Pantai krakal,,,kita harus melanjutkan perjalanan yang lokasinya tidak terlalu jauh dari pantai baron….lokasinya memang agak terpencil dari deretan pantai yang ada…tapi di situlah nikmatnya,,,seolah-olah punya private beach…apalagi kalau liburannya pada saat hari kerja…sepi tak ada orang lain, sehingga sepertinya suara deburan ombak begitu terdengar dramatis dan luar biasa…dan tentu akan kita dengan jelas suara merdu dari canda tawa keluarga…auw,,,hi..hi..aduh,,,gleppp (air masuk ke mulut)….

Anak-anak enjoy berinteraksi dengan alam…saking sepinya, seperti private beach deh…

Ketika berkunjung ke Pantai Krakal, kami bermalam di salah satu penginapan yang sangat-sangat sederhana,,,lokasinya strategis tepat dipinggir pantai banget,,….dan bener-bener natural,,,tidak ada listrik!!!  sebenarnya ketika masih siang sampe sore,  tidak masalah., tetapi ketika malam tiba, baru deh terasa naturalnya, kamar hanya bercahayakan lampu koboy…wah seruuuuu dan untung kami bawa lotion anti nyamuk sehingga karekter naturalnya tidak bertambah dengan “berperang melawan nyamuk”. Pantas saja harga sewa kamar ukuran 3X3m2 hanya dibandrol Rp.60rb (tahun 2006)…Bagaimana, berani coba?
pantai-krakal1


4.Pantai Depok
Hamparan pasir, debur ombak dan angin yang berhembus



Matahari mulai tenggelam di ufuk barat
Keindahan senja di Pantai Depok
Yogyakarta memang mempunyai banyak sekali potensi wisata alam, salah satu yang terkenal mungkin adalah wisata pantai. Selama ini yang menjadi icon pantai di Yogyakarta adalah Pantai Parangtritis, walau sebenarnya masih banyak pantai lain yang tidak kalah indahnya dengan Parangtritis, seperti Pantai Depok misalnya. 

Pantai Depok secara administratif masuk wilayah Kabupaten Bantul, tepatnya di Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul. Letak Pantai Depok sendiri berdekatan dengan Pantai Parangtritis. Selain keindahannya, disini juga terkenal dengan wisata kulinernya, terutama masakan ikan segar yang langsung bisa dibeli setiap kapal nelayan berlabuh, karena di pantai ini juga ada tempat pelelangan ikan (TPI). Selain bisa dibawa pulang, ikan segar yang baru turun dari kapal ini bisa langsung dimasak di tempat, karena di pantai ini banyak berjejer warung yang menyediakan jasa pengolahan ikan.
 
3.Pantai Sundak

Sundak, sebuah pantai di wilayah kabupaten Gunungkidul, tepatnya di desa sidoharjo kecamatan tepus. Berada di jajaran pantai selatan berderet dengan pantai Kukup, Krakal, Drini, Sepanjang dan Pantai Baron.

Lembaran pasir putih yang terhampar di sepanjang bibir pantai, menunggu kecup mesra sang Ombak yang berlarian memendam rindu yang teramat dalam, memberikan kenyamanan mata yang memandang. Semilir angin membelai dedaunan melambai di ujung dahan-dahan yang tumbuh mengitari pantai menyejukkan hati para pencari kedamaian.

Hamparan bibir pantai bergincu karang-karang mungil tempat bermain biota laut nan menggemaskan. Karang yang berdiri kokoh seolah penjaga Pantai Sundak nan kokoh dan pemberani. Perbukitan kapur di latar belakang pantai yang menjulang menambah keelokan pertemuan laut dan daratan pesisir selatan pulau Jawa.

Sundak, perpaduan nama antara ASU dan LANDAK. Bermula dari pertarungan antara ASU (anjing) dan Landak. Pergelutan yang meninggalkan jejak bagi penduduk sekitar akan adanya sebuah gua dengan sumber air tawar di dalamnya.

Sundak, salah satu Pesona Gunungkidul yang masih terkubur, terkabur akan berita yang simpang siur.
Sundak sebagai sebuah tonggak, bahwa Gunungkidul bukanlah kekerontangan namun sebuah keindahan nan eksotis.


2.Pantai siung




Pantai Siung bisa menjadi tempat yang nyaman buat anda yang ingin menenangkan diri disana atau bisa juga bertamasya bersama keluarga dan orang terdekat anda. Pantai Siung merupakan pantai favorite saya jika pulang ke Jogja. Suasana pantai yang indah, bersih, nyaman dan aman. Memang cukup jauh dari Jogjakarta untuk menuju ke Pantai Siung ini, anda harus terlebih dahulu ke Gunung Kidul(Wonosari) kemudian anda juga harus menempuh perjalanan dari Wonosari sekitar 45 menit, Pantai Siung ini terletak di daerah Wates desa Purwodadi Kecamatan Tepus ( Ibunda Ayah tinggal disini,jadi kalo mau ke pantai Siung nginap dulu tempat nenek he he ) yang tidak jauh dari desa Mbalong tempat kelahiran saya. Namun saya jamin anda tidak akan kecewa ke Pantai Siung ini. Secara pribadi saya mengatakan pantai Siung "Luar Biasa". Keindahan pantai Siung Gungung Kidul memang tiada duanya deh.

Inilah foto eksotis pantai Siung dalam suasana yang berbeda, ada foto lagi musim tanam dan ada juga foto lagi dalam musim panen. Foto berikut bisa membuat anda semakin penasaran dengan pantai Siung :


1.Pantai Kukup
Pantai Kukup terletak di Desa Kemadang Kecamatan Tanjungsari Gunungkidul Yogyakarta. Dengan hamparan pasir putih yang merupakan ciri khas pantai-pantai di pesisir selatan pulau jawa, pantai Kukup menyajikan suatu pemandangan yang begitu asri. Hembusan angin pantai yang sepoi-sepoi membuat para pengunjung merasa nyaman berada di sini. Duduk bersantai di karang-karang yang kokoh berdiri menikmati irama debur ombak yang mendamaikan kalbu.

Pasir putih di sepanjang garis pantai Kukup, bersih mata memandang....

Di pantai Kukup ada sebuah karang yang menjorok ke laut terpisah dari daratan dengan jembatan yang terbentang. Jalan mendaki yang sengaja di buat sebagai akses ke karang tersebut semakin memanjakan para pengunjung.

Karang yang terhubung oleh sebuah jembatan. Mendekatkan diri ke dalam pelukan damai Pantai Kukup

Beberapa fasilitas yang terdapat di pantai Kukup antara lain : tempat parkir yang luas, sehingga para pengunjung tidak kebingungan untuk memarkir kendaraannya. Parkir ini terletak di pintu masuk agak jauh dari pantai sehingga pengunjung harus berjalan kaki untuk sampai di pinggir laut. Di kiri kanan jalan memasuki pantai kukup berjajar para pedagang yang menawarkan berbagai souvenir khas pantai, makanan-makanan laut dan ada juga biota laut termasuk ikan hias yang dapat dibeli dengan harga yang wajar.

Salah satu tempat beristirahat di atas karang yang berdiri kokoh di Pantai Kukup. Memperluas pandang ke hamparan ombak.

Untuk menjamin keselamatan para pengunjung, pihak pengelola menyiapkan armada SAR untuk memberikan pertolongan kepada yang membutuhkan sekaligus menginformasikan kondisi pantai, ombak dan datangnya biota laut berbahaya. Perlu diketahui dan diwaspadai oleh para pengunjung, bahwa di pantai ini kadang datang ubur-ubur di kawasan pantai yang jika menggigit akan menyebabkan keracunan. Tapi jangan khawatir, tim SAR akan menginformasikan datangnya ubur-ubur dan siap membantu jika ada pengunjung yang terlanjur terkena ubur-ubur. Sebenarnya ada cara pengobatan yang manjur, yaitu dengan mengoleskan bekas gigitan dengan getah kerang-kerangan yang banyak di jual di sana. Kemudian minum kopi pahit untuk mempercepat netralisasi racun. Jadi, jangan merasa takut bermain ombak di pantai kukup selama masih mematuhi peraturan yang di sampaikan oleh tim SAR melalui pengeras suara.

Mengintip pesona Pantai Kukup Gunungkidul

Untuk para pengunjung yang ingin bermalam di Pantai Kukup tak usah binggung. Di kawasan obyek wisata Pantai Kukup, ada penginapan PONDOK WISATA yang akan melayani para wisatawan yang ingin merasakan pemandangan malam di Kukup dengan harga terjangkau.

Selamat bersantai di Pantai Kukup, membangun istana pasir putih, merasakan gulungan ombak ramah kukup atau sekedar duduk menatap hamparan luas laut sambil mendengarkan alunan orkestra alam pantai Kukup.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar